KALEIDOSKOP 2019: 4 Gempa Berpotensi Tsunami


Dari banyaknya gempa yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2019, ada empat gempa besar yang memaksa sistem peralatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di wilayah Indonesia. Adapun empat gempa tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Magnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah
Gempa berpotensi tsunami yang pertama kali dikeluarkan oleh BMKG pada 2019 adalah gempa M 6,9 di Bangkep, Sulteng. Tepatnya tanggal 12 April 2019 pukul 18:40:49 WIB/19:40:49 WITA. Enam menit setelahnya, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Morowali, Sulteng dengan status peringatan WASPADA. Hingga peringatan ini diakhiri, yaitu pada pukul 19:47:01 WIB/20:47:01 WITA, tidak dilaporkan adanya tsunami yang terjadi.

PD 1 WRS (BMKG/InaTEWS)


2.    Magnitudo 7,0 di Ternate, Maluku Utara
Di bulan Juli 2019, tepatnya tanggal 8 dini hari pukul 00:08:39 WIT, gempa bumi menguncang sekitar Maluku Utara. Enam menit kemudian, BMKG mengeluarkan informasi awal Peringatan Dini Tsunami atas gempa magnitudo 7,1 dengan satu wilayah berstatus SIAGA dan tujuh wilayah berstatus WASPADA. Namun dalam waktu tujuh menit setelahnya, BMKG memutakhirkan informasi melalui Peringatan Dini Tsunami 2 menjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,0 serta memangkas wilayah potensi tsunami menjadi dua wilayah saja dengan status peringatan  WASPADA, yaitu Minahasa bagian Selatan dan Minahasa Utara bagian Selatan. Kemudian BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 3, dengan demikian berarti tsunami tidak terjadi dan Peringatan Dini Tsunami diakhiri pukul 02:09:27 WIT.

PD 2 WRS (BMKG/InaTEWS)


3.    Magnitudo 7.4 di Sumur, Banten
Kurang dari satu bulan setelah gempa berpotensi tsunami di Malut, wilayah Selat Sunda diguncang gempa kuat pada 2 Agustus 2019 pukul 19:03:21 WIB. BMKG memberikan informasi melalui Peringatan Dini Tsunami 1 dengan kekuatan gempa M 7,4 yang berpotensi tsunami untuk 3 wilayah berstatus SIAGA di Banten dan Lampung, serta 15 wilayah berstatus WASPADA di Banten, Lampung, dan Bengkulu. Meski beredar informasi yang menyebutkan BMKG memutakhirkan kekuatan gempa menjadi M 6,9, namun dalam InaTEWS, BMKG tidak mengeluarkan PD2 yang berisi pemutakhiran dan juga tidak mengeluarkan PD3 yang berisi wilayah terdampak tsunami. Pukul 21:35:00 WIB, BMKG mengakhiri Peringatan Dini Tsunami dan tidak dilaporkan adanya tsunami yang terjadi.

Ini menjadi gempa berpotensi tsunami ‘terheboh’ di Indonesia tahun ini, sebab gempa dirasakan di Jawa, termasuk Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara dan memiliki pengguna internet besar, alhasil dalam waktu singkat, pembahasan  tentang gempa dan tsunami melejit menjadi trending topik. Di sisi lain, wajar rasanya peristiwa ini menjadi kabar mengagetkan saat itu, tentunya karena masih terngiang dalam ingatan ketika tsunami besar terjadi di Selat Sunda tahun lalu.

PD 1 WRS (BMKG/InaTEWS)


4.    Magnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara
Tanggal 15 November 2019 dinihari pukul 01:17:41 WIT, gempa berkekuatan M 7,4 terjadi di Jailolo, Maluku Utara dan berpotensi tsunami dengan status peringatan WASPADA di Halmahera (Malut), Bitung (Sulut), dan Ternate (Malut). 10 menit setelah informasi awal keluar, BMKG merilis data pemutakhiran yang merubah kekuatan gempa menjadi M 7,1 dengan satu wilayah berpotensi tsunami berstatus WASPADA, yaitu Minahasa Utara bagian Selatan (Sulut), selain itu perubahan juga terjadi di waktu terjadinya gempa menjadi 01:17:43 WIT. Pukul 03:33:09 WIT, PD3 dikeluarkan BMKG dengan dengan data terjadinya tsunami di Bitung (ketinggian 0,10 meter), Jailolo (ketinggian 0,09 meter), dan Ternate (ketinggian 0,06 meter). Kemudian BMKG resmi mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada pukul 03:45:01 WIT.

Ini menjadi gempa bumi berpotensi tsunami kedua yang melanda sekitar Malut. Ada yang menarik dari peristiwa kali ini, sebab BMKG mengeluarkan lengkap seluruh tahapan Peringatan Dini Tsunami, mulai dari PD1, PD2, PD3, dan PD4.

PD 2 WRS (BMKG/InaTEWS)

Dan itulah empat gempa bumi berpotensi tsunami di tahun 2019 yang menjadi pelajaran bagi semua tentang arti penting mitigasi bencana.

Comments