Info gempa moda WRS (BMKG/InaTEWS)
Kamis dinihari (19/03), gempa besar magnitudo
6.6 (yang kemudian dimutakhirkan menjadi M6.3) terjadi di Selatan Bali. Getaran
gempa yang kuat berhasil membangunkan warga di Bali, NTB, dan sekitarnya dengan
skala mencapai III-IV MMI. Gempa ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami.
#Gempa Mag:6.6, 19/03/2020 00:45:37 (Pusat gempa di laut 273 km baratdaya Kuta Selatan), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) IV Lombok Tengah, IV Lombok Timur, IV Lombok Barat, IV Denpasar, III Sumbawa Barat, III Kab. Sumbawa, III Bima, III Dompu, III Lombok Utara, #BMKG— BMKG (@infoBMKG) March 18, 2020
Berdasar informasi yang kami terima, beberapa
masyarakat di DI Yogyakarta juga merasakan getaran tersebut, terlebih bagi
mereka yang belum terlelap. Luasnya wilayah dirasakan turut melambungkan tagar
#Gempa menjadi trending topik twitter Indonesia setelah gempa terjadi. Hal ini
juga terverifikasi melalui rekaman seismogram di Jawa dan Nusa
Tenggara.
Getaran gempa terekam (Geofon/Seismogram)
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami
BMKG, Dr. Daryono menjelaskan bahwa gempa terjadi di luar zona subduksi dengan
mekanisme patahan turun atau normal fault.
Gempa selatan Bali tadi pagi, karena patahan batuan terjadi pada bagian Lempeng Indo-Australia, maka gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab,tetapi masih berada di zona sumber gempa di luar zona subduksi (outer rise). pic.twitter.com/g3vgRVCCYD— DARYONO BMKG (@DaryonoBMKG) March 19, 2020
Selain itu, ia juga memberikan informasi
gempa bumi susulan terjadi sebanyak 17 kali hingga siang tadi.
Hingga siang ini tercatat 17 aktivitas gempa susulan di selatan Bali pic.twitter.com/LJ0d4PPI3c— DARYONO BMKG (@DaryonoBMKG) March 19, 2020
Selengkapnya
analisis BMKG dapat anda lihat di sini.


Comments
Post a Comment