Infografis Tas Siaga Bencana (Twitter/BNPB Indonesia)
Sebuah bencana memang tidak dapat diprediksi,
namun masih bisa diwaspadai atau diminimalkan kerugiannya. Pelatihan dan
pendidikan mitigasi bencana menjadi kuncinya, mulai dari yang perlu disiapkan dan
dilakukan sebelum, saat, hingga setelah bencana terjadi. Namun dalam
penerapannya, terdapat satu hal yang seringkali tidak dipersiapkan dengan baik,
yaitu Tas Siaga Bencana yang
semestinya ada di setiap rumah. Lalu apa fungsi dan isi dari tas tersebut?,
berikut rangkumannya.
Tas Siaga Bencana adalah tas berisi berbagai
keperluan yang penting dan dibutuhkan setelah terjadi bencana. Tas ini bukan
berarti tas khusus dan berharga mahal, melainkan tas biasa yang ada di rumah
dan baik untuk menyimpan berbagai barang. Karena yang paling utama dari Tas
Siaga Bencana bukanlah bentuknya, melainkan isinya.
Fungsi dari tas ini tentunya untuk bertahan
hidup pascabencana, terlebih ketika sebuah bencana mengakibatkan kerusakan yang
masif, kita tidak bisa berharap bantuan cepat datang, sebab seringkali bencana
membuat suatu tempat menjadi terisolir. Untuk itu kita sendirilah yang harus
memiliki bekal agar selamat dari bencana.
Isi Tas Siaga Bencana
Dokumen
Penting
Pilih dokumen yang sekiranya atau paling
penting, jangan membawa terlalu banyak kertas karena hanya akan membuat tas
semakin berat. Di era yang maju seperti sekarang, beberapa dokumen yang tidak
terlalu penting bisa dijadikan dalam bentuk digital, yaitu dengan scan atau foto lalu disimpan dalam flashdisk.
Selimut,
Masker, Perlengkapan Mandi dan Pakaian Secukupnya
Bawa selimut, masker, perlengkapan mandi dan
pakaian yang sekiranya cukup untuk 2-3 hari, jangan terlalu memaksakan untuk
membawa pakaian berlebih karena akan membuat ruang dalam tas menjadi penuh dan
bisa menyusahkan untuk dibawa. Pilih yang diperlukan bukan yang diinginkan!.
Makanan
dan Minuman Secukupnya
Pilih bekal yang ringan, mengenyangkan, tahan
lama dan tentunya baik bagi kesehatan, terlebih untuk memulihkan tenaga. Bawa secukupnya
untuk 2-3 hari, cek secara berkala, dan ganti makanan atau minuman yang akan
kadaluarsa.
Kotak
P3K
Sebenarnya tidak harus berbentuk kotak,
intinya bawa obat-obatan untuk pertolongan pertama, seperti obat generik, obat
luka, serta plester luka. Bagi yang mempunyai obat khusus perlu juga untuk
dibawa.
Alat
Penerangan dan Peluit
Untuk memudahkan evakuasi, bawa senter
beserta baterai cadangan yang berfungsi sebagai penerangan untuk mencari jalan
sebab seringkali bencana besar yang terjadi di malam hari membuat listrik dari
PLN terputus (atau diputus). Selain itu bawa juga peluit yang bisa digunakan
untuk memberi sinyal evakuasi.
Alat
Komunikasi dan Radio Portable
Untuk hal yang berkaitan informasi, bawa ponsel
dan baterai cadangan sebagai alat pemberi informasi dan meminta bantuan, perlu
dipahami, ponsel sebaiknya fokus untuk memberi informasi, sedangkan radio portable (beserta baterai cadangan) digunakan
untuk mendapat informasi. Dalam keadaan pascabencana, informasi hoaks sering
bermunculan melalui pesan di ponsel, biasanya hal ini membuat kepanikan yang
berlebih di masyarakat dan malah bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Oleh sebab
itu, gunakan radio, atau tanyakan ke pihak terkait seperti Kepolisian dan BPBD
setempat untuk mencari rujukan yang pasti.
Uang
Tunai (Cash)
Mungkin tidak terlalu penting, karena umumnya bencana yang besar akan menyebabkan aktifitas perekonomian lumpuh. Namun tetap
sediakan secukupnya saja sebagai bekal cadangan.
Itu tadi daftar yang perlu dipersiapkan serta dimasukkan ke dalam tas siaga sebelum terjadi bencana dan untuk setelah terjadi bencana. Letakkan ditempat yang mudah dijangkau dan bawa ketika keadaan darurat (bencana besar seperti gempa bumi kuat). Untuk keamanan tas dapat diberikan gembok resleting (biasanya berupa kunci PIN) atau yang lainnya asalkan tidak pempersulit ketika diambil dan dibawa.

Comments
Post a Comment